SPD: Empat Pintu Kesejahteraan Bagi Perumahtangga Berdasarkan Dīghajāṇusutta-Aṅguttara Nikāya
Pada Selasa, 14 April 2025, Sukodoyo, sebagai dosen STAB Syailendra, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa ceramah kepada umat Buddha di Vihara Indraloka Ngroto, Sumogawe, Getasan, Kab. Semarang. Ceramah ini diikuti oleh 71 umat Buddha yang hadir untuk mendalami ajaran Buddha mengenai "Empat Pintu Kesejahteraan Bagi Perumahtangga Berdasarkan Dīghajāṇusutta-Aṅguttara Nikāya."
Materi yang dibawakan mengacu pada Dīghajāṇusutta (Vyagghapajja) yang diterjemahkan dari bahasa Pali oleh Bhante Narada Thera, yang membahas tentang pentingnya kesejahteraan material dan spiritual bagi kehidupan rumah tangga. Sutta ini mengajarkan empat kondisi untuk menjaga dan meningkatkan kemakmuran yang seimbang serta menjaga keharmonisan dalam masyarakat. Peserta ceramah ini adalah umat Buddha yang beragama di Vihara Indraloka Ngroto, dengan total 71 orang yang hadir. Mereka terdiri dari berbagai usia dan latar belakang sosial.
Sukodoyo sebagai dosen yang juga terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat melalui pengajaran ajaran Buddha yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Acara dilaksanakan di Vihara Indraloka Ngroto, yang terletak di Sumogawe, Getasan, Kab. Semarang. Vihara ini merupakan tempat ibadah dan kegiatan keagamaan bagi umat Buddha setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung pada hari Selasa, 14 April 2025, dan dimulai pada pukul 19.00-20.30 WIB, dengan durasi sekitar 1,5 jam.
Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kesejahteraan material dan spiritual dalam kehidupan rumah tangga, serta bagaimana ajaran Buddha dapat membantu umat untuk mencapai hidup yang lebih harmonis dan seimbang. Selain itu, ceramah ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan umat Buddha tentang ajaran Dīghajāṇusutta yang mengarah pada peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan spiritual.
Ceramah disampaikan dengan memaparkan empat kondisi yang dapat membawa kesejahteraan bagi perumah tangga, yaitu: (1) Pencapaian usaha yang tekun (utthana-sampada); (2) Pencapaian kewaspadaan (arakkha-sampada); (3) Persahabatan yang baik (kalyanamittata); dan (4) Penghidupan yang seimbang (sama-jivikata)
Selain itu, juga dibahas empat syarat kemajuan spiritual yang meliputi pencapaian keyakinan, moralitas, kemurahan hati, dan kebijaksanaan. (1) Pencapaian Keyakinan (Saddha-sampada):
Seorang perumah tangga memiliki keyakinan yang teguh pada Pencerahan dari Sang Buddha (Tathagata), yang merupakan pemimpin yang tercerahkan sepenuhnya, penuh pengetahuan, dan memiliki perilaku yang sempurna. Keyakinan ini mendasari arah hidup menuju kebahagiaan dan kesejahteraan spiritual. (2) Pencapaian Kebajikan (Sila-sampada):
Seorang kepala keluarga menjalani hidup dengan menjauhi tindakan buruk seperti pembunuhan, pencurian, pelanggaran seksual, kebohongan, serta menghindari hal-hal yang memabukkan yang menyebabkan kelalaian. Ini mencerminkan hidup dengan moralitas yang tinggi. (3) Pencapaian Amal (Caga-sampada): Perumah tangga berlatih kebajikan dengan memiliki hati yang bebas dari ketamakan, beramal, dan bersedekah. Ia senang membantu yang membutuhkan dan memperhatikan kesejahteraan orang lain melalui tindakan amal yang tulus. (4) Pencapaian Kebijaksanaan (Pañña-sampada): Seorang kepala keluarga bijaksana, dengan pemahaman yang mendalam tentang sifat kehidupan yang timbul dan lenyap. Kebijaksanaan ini mengarah pada penghapusan penderitaan dan memberikan wawasan yang membantu mencapai kebahagiaan yang abadi.
Ceramah diikuti dengan diskusi interaktif untuk memberikan kesempatan bagi umat untuk bertanya dan berdiskusi mengenai aplikasi ajaran dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan penyampaian yang energik dan penuh perhatian, ceramah ini berhasil menarik perhatian umat untuk merenungkan pentingnya kesejahteraan baik dalam aspek material maupun spiritual untuk membentuk masyarakat yang lebih harmonis.




