top of page

Search Results

31 hasil ditemukan dengan pencarian kosong

Posts (23)

  • Rilis Data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Tahun 2026 Triwulan II

    Rilis Data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Tahun 2026 Triwulan II disusun sebagai wujud komitmen Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha dalam menyediakan data statistik yang akurat, mutakhir, relevan, dan transparan. Data yang disajikan menjadi sumber informasi statistik sektoral yang mendukung perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi kebijakan, serta memberikan gambaran mengenai perkembangan program, layanan publik, pendidikan keagamaan, dan kehidupan keagamaan Buddha di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Triwulan II Tahun 2026, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Pusat tercatat sebanyak 120 orang, terdiri atas 83 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 37 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sementara itu, SDM Daerah (nonpenyuluh) berjumlah 309 orang, terdiri atas 125 PNS, 171 PPPK, 11 PPPK Paruh Waktu, dan 2 Non ASN. Berdasarkan komposisi jabatan, pelaksana merupakan kelompok terbesar dengan jumlah 165 orang. Pada aspek pengelolaan keuangan, realisasi anggaran hingga Triwulan II Tahun 2026 mencapai 44,60 persen, meningkat dibandingkan Triwulan I yang sebesar 6,19 persen. Peningkatan tersebut mencerminkan percepatan pelaksanaan program dan kegiatan pada Tahun Anggaran 2026. Jumlah Rohaniwan Buddha tercatat sebanyak 5.418 orang, terdiri atas 587 Bhikkhu/Bhikkhuni, 12 Lhama/Rinpoche, 4.522 Pandita, dan 297 Rohaniwan Asing. Jumlah tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan Triwulan I karena selama Triwulan II belum terdapat layanan penerbitan Kartu Rohaniwan sehubungan dengan proses migrasi aplikasi. Pada sektor Penyuluh Agama Buddha, jumlah penyuluh tetap sebanyak 206 orang. Namun demikian, terdapat perubahan komposisi status kepegawaian. Pada Triwulan II, penyuluh terdiri atas 84 PNS dan 122 PPPK, sedangkan pada Triwulan I terdiri atas 55 PNS, 29 CPNS, dan 122 PPPK. Perubahan tersebut merupakan dampak penyesuaian data kepegawaian dan proses pengangkatan CPNS menjadi PNS. Berdasarkan kualifikasi pendidikan, sebanyak 190 penyuluh berpendidikan S1 dan 16 penyuluh berpendidikan S2. Berdasarkan jenis kelamin, penyuluh terdiri atas 114 laki-laki dan 92 perempuan. Pada sektor rumah ibadah, jumlah Rumah Ibadah Agama Buddha (RIAB) yang terdaftar dalam Sistem Informasi Organisasi dan Rumah Ibadah (SIORI) meningkat dari 3.399 RIAB pada Triwulan I menjadi 3.452 RIAB pada Triwulan II atau bertambah sebanyak 53 RIAB. Sementara itu, jumlah rumah ibadah yang belum terdaftar menurun dari 2.471 RIAB menjadi 2.288 RIAB. Perubahan tersebut menunjukkan peningkatan cakupan pendataan dan registrasi rumah ibadah Buddha. Jumlah candi dan situs Buddha meningkat dari 95 lokasi pada Triwulan I menjadi 103 lokasi pada Triwulan II. Peningkatan tersebut merupakan hasil pemutakhiran dan verifikasi data candi serta situs Buddha di berbagai wilayah. Pada sektor Organisasi Keagamaan Buddha (OKB), jumlah yayasan keagamaan Buddha meningkat dari 1.332 menjadi 1.360 yayasan. Jumlah majelis atau perkumpulan keagamaan Buddha juga meningkat dari 515 menjadi 523 organisasi. Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan dalam pendataan dan penguatan kelembagaan keagamaan Buddha. Pada bidang kebudayaan dan ekonomi kreatif, jumlah Kelompok Ekonomi Kreatif Umat Buddha tetap sebanyak 86 kelompok. Sementara itu, jumlah Pegiat Budaya Buddha tercatat sebanyak 50 orang, menurun satu orang dibandingkan Triwulan I yang berjumlah 51 orang. Jumlah Guru Pendidikan Agama Buddha pada Triwulan II Tahun 2026 tercatat sebanyak 1.786 orang, terdiri atas 909 Non ASN, 613 PNS, 255 PPPK, dan 9 PPPK Paruh Waktu. Dibandingkan Triwulan I yang berjumlah 1.815 orang, terdapat penyesuaian data sebanyak 29 guru. Dari aspek sertifikasi, jumlah guru yang telah memiliki sertifikat pendidik meningkat dari 1.380 orang menjadi 1.387 orang, sedangkan jumlah guru yang belum memiliki sertifikat pendidik menurun dari 435 orang menjadi 399 orang. Berdasarkan jenis kelamin, guru terdiri atas 818 laki-laki (45,80 persen) dan 968 perempuan (54,20 persen). Pada bidang Pendidikan Keagamaan Buddha, Nava Dhammasekha meningkat dari 50 lembaga dengan 1.153 peserta didik pada Triwulan I menjadi 52 lembaga dengan 1.175 peserta didik pada Triwulan II. Penambahan lembaga berasal dari Provinsi Jambi yang masih berada pada tahap awal penyelenggaraan sehingga belum memiliki peserta didik. Mula Dhammasekha tetap berjumlah 6 lembaga dengan jumlah peserta didik meningkat dari 150 menjadi 151 orang. Uttama Dhammasekha tetap terdiri atas 1 lembaga dengan 36 peserta didik, sedangkan Muda Dhammasekha masih belum tersedia. Pada penyelenggaraan Sekolah Minggu Buddha (SMB), jumlah lembaga meningkat dari 1.243 menjadi 1.283 lembaga. Di sisi lain, jumlah guru dan tenaga kependidikan mengalami penyesuaian dari 3.782 menjadi 3.649 orang, sedangkan jumlah peserta didik menurun tipis dari 31.883 menjadi 31.818 orang. Perubahan tersebut merupakan hasil pemutakhiran dan validasi data pada Triwulan II. Pada program Sikkhapana, jumlah lembaga yang telah masuk dalam kategori Daftar Baru dan Hasil Migrasi meningkat dari 7 lembaga pada Triwulan I menjadi 23 lembaga pada Triwulan II. Sementara itu, masih terdapat 76 lembaga yang belum bermigrasi ke sistem Sikkhapana, terdiri atas 33 lembaga Dhammasekha Nonformal dan 43 Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). Selain itu, pada Triwulan II Tahun 2026 tercatat 1 lembaga Pasastrian dengan 48 siswa yang telah terdata dalam sistem. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses migrasi dan pengembangan pendataan pendidikan keagamaan Buddha masih terus berlangsung menuju sistem Sikkhapana yang lebih terintegrasi. Jumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) tetap sebanyak 12 institusi. Pada Triwulan II, jumlah dosen PTKB tercatat sebanyak 250 orang, menurun tiga orang dibandingkan Triwulan I yang berjumlah 253 orang. Berdasarkan status kepegawaian, komposisi dosen terdiri atas 64 persen Non ASN, 32 persen PNS, dan 4 persen PPPK. Berdasarkan kualifikasi pendidikan, sebanyak 175 dosen berpendidikan S2 dan 75 dosen berpendidikan S3. Jumlah mahasiswa dalam negeri meningkat menjadi 3.064 orang, terdiri atas 2.750 mahasiswa program sarjana dan 314 mahasiswa program magister, dibandingkan Triwulan I yang berjumlah 3.061 orang. Jumlah mahasiswa asing tetap sebanyak 4 orang dan jumlah lulusan tetap sebanyak 1.118 orang. Mobilitas mahasiswa menunjukkan adanya 2 mahasiswa inbound dan 26 mahasiswa outbound, meningkat dibandingkan Triwulan I yang belum mencatat mahasiswa inbound dan memiliki 18 mahasiswa outbound. Pada sektor Tenaga Kependidikan (Tendik) PTKB, jumlah tenaga kependidikan tercatat sebanyak 192 orang, terdiri atas 98 Non ASN, 43 PNS, 47 PPPK, dan 4 PPPK Paruh Waktu. Berdasarkan kualifikasi pendidikan, tenaga kependidikan didominasi lulusan S1 sebanyak 116 orang, diikuti lulusan S2 sebanyak 36 orang. Kontribusi akademik PTKB didukung oleh 39 jurnal terindeks dan 544 kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, terdapat 14 dosen asing yang berasal dari berbagai negara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Sri Lanka sebanyak 5 orang, diikuti Thailand sebanyak 3 orang dan Amerika Serikat sebanyak 2 orang. Secara umum, data Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan perkembangan positif pada sejumlah indikator, antara lain peningkatan jumlah RIAB yang terdaftar dalam SIORI, bertambahnya jumlah candi dan situs Buddha, meningkatnya jumlah lembaga Nava Dhammasekha, bertambahnya lembaga Sekolah Minggu Buddha, meningkatnya mobilitas mahasiswa, serta peningkatan realisasi anggaran. Di sisi lain, beberapa indikator mengalami penyesuaian data, antara lain jumlah Guru Pendidikan Agama Buddha dan jumlah dosen PTKB. Data statistik yang disajikan dalam rilis ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan berbasis data, penguatan layanan keagamaan dan pendidikan Buddha, serta pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan Buddha secara berkelanjutan.

  • Laporan Kinerja Tahunan Ditjen Bimas Buddha Tahun 2025

    Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kinerja Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha selama Tahun 2025. Laporan memuat informasi mengenai capaian kinerja, pelaksanaan program dan kegiatan, realisasi indikator kinerja, serta berbagai tantangan dan upaya yang dilakukan dalam mendukung pencapaian sasaran strategis organisasi sepanjang tahun pelaporan.

  • Laporan Kinerja Ditjen Bimas Buddha Tahun 2025 Triwulan 4

    Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kinerja Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha pada Triwulan 4 Tahun 2025. Laporan memuat informasi mengenai capaian kinerja, pelaksanaan program dan kegiatan, realisasi indikator kinerja, serta berbagai tantangan dan upaya yang dilakukan dalam mendukung pencapaian target kinerja organisasi selama periode pelaporan.

Tampilkan Semua
bottom of page