Peta Persebaran Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa Nava Dhammasekha, Mula Dhammasekha, serta Uttama Dhammasekha Tahun 2024 Triwulan IV di Indonesia
- Data Sisfo Ditjen Bimas Buddha

- 4 hari yang lalu
- 2 menit membaca


Visualisasi ini menggambarkan persebaran guru, tenaga kependidikan, dan siswa pada satuan pendidikan keagamaan Buddha yang meliputi Nava Dhammasekha, Mula Dhammasekha, dan Uttama Dhammasekha di Indonesia berdasarkan data Triwulan IV Tahun 2024. Hingga periode tersebut, Nava Dhammasekha telah hadir di 18 provinsi, dengan konsentrasi lembaga terbanyak berada di Jawa Tengah (8 lembaga), diikuti Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Riau yang masing-masing memiliki 4 lembaga. Sementara itu, Mula Dhammasekha telah hadir di 4 provinsi, yaitu Banten, Kepulauan Riau, Lampung, dan Sumatera Utara, masing-masing dengan 1 lembaga, sedangkan Uttama Dhammasekha telah hadir di Jawa Timur dengan 1 lembaga.
Berdasarkan data yang terhimpun, Nava Dhammasekha memiliki 226 guru dan tenaga kependidikan dengan 1.482 siswa. Sebaran peserta didik terbesar berada di Jawa Tengah (180 siswa), diikuti Banten (135 siswa), Papua Barat (133 siswa), Jawa Timur (124 siswa), dan Jawa Barat (121 siswa). Provinsi Jambi merupakan provinsi yang baru memiliki lembaga Nava Dhammasekha pada Triwulan IV Tahun 2024, sehingga pada periode pelaporan ini belum terdapat siswa yang terdaftar. Kondisi ini merupakan hal yang wajar mengingat lembaga tersebut masih berada pada tahap awal penyelenggaraan dan diharapkan mulai menerima peserta didik pada periode berikutnya.
Pada jenjang lanjutan, Mula Dhammasekha memiliki 38 guru dan tenaga kependidikan dengan 75 siswa, sedangkan Uttama Dhammasekha memiliki 19 guru dan tenaga kependidikan dengan 32 siswa. Secara keseluruhan, jenjang Mula dan Uttama Dhammasekha didukung oleh 57 guru dan tenaga kependidikan yang melayani 107 siswa. Kehadiran kedua jenjang ini menjadi bagian dari kesinambungan layanan pendidikan keagamaan Buddha setelah jenjang Nava Dhammasekha.
Pendataan Nava Dhammasekha, Mula Dhammasekha, dan Uttama Dhammasekha merupakan hasil kompilasi data yang telah teregistrasi melalui aplikasi Education Management Information System (EMIS), yang menjadi sumber utama publikasi pada Portal Data Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha. Melalui sistem ini, proses pendataan dilakukan secara terintegrasi guna memastikan validitas, akurasi, dan keterkinian data satuan pendidikan keagamaan Buddha sebagai dasar dalam perencanaan program, evaluasi, dan penyusunan kebijakan.
Meskipun demikian, penyebaran satuan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia masih belum merata. Nava Dhammasekha baru terdapat di 18 provinsi, sementara Mula Dhammasekha baru hadir di 4 provinsi dan Uttama Dhammasekha di 1 provinsi. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerataan akses pendidikan keagamaan Buddha pada seluruh jenjang masih menjadi tantangan yang perlu terus diupayakan melalui pembentukan dan pengembangan lembaga di berbagai wilayah Indonesia, sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh layanan pendidikan agama Buddha secara berkesinambungan.
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha berkomitmen untuk terus menyajikan data yang valid, akurat, dan mutakhir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan layanan pendidikan keagamaan Buddha di Indonesia. Kami mengundang masyarakat, satuan kerja, dan para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan maupun koreksi terhadap data yang disajikan sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas data pendidikan keagamaan Buddha dan data umat Buddha di Indonesia.


Komentar